TIMNAS YANG LEBIH BAIK

Walaupun sudah hampir sepekan final sepak bola SEA GAMES telah berlalu,tapi mungkin tulisan ini tak terlalu basi untuk dibaca.

  LUAR BIASA!!!itulah kata kata yang pantas menggambarkan Timnas U-23 saat tampil di SEA GAMES.dari awal ketika timnas melakukan serangkaian uji coba dengan tim dari luar maupun dari dalam negeri yang hasilnya cukup menjanjikan.dari belasan uji coba,tak sekalipun menelan kekalahan,malah meraih kemenangan yg besar.begitu pula ketika melangkah ke arena SEAGAMES dimana Timnas berhasil mengalahkan kamboja,Thailand,singapura dengan perkasa,walaupun akhirnya gagal meraih emas di final.

  Ya,segenap rakyat indonesia pasti sempat merasakan kekecewaan yang luar biasa ketika akhirnya indonesia gagal meraih emas lewat drama adu penalti lawan Malaysia,dimana Ferdinand Sinaga dan Abdurahman gagal menyelesaikan tugas mereka sebagai eksekutor penalti.hasil yang sangat menyakitkan terlebih kita kalah dari Malaysia yang notabene nya selalu punya friksi di luar sepak bola dengan indonesia.

  Tetapi,dibalik itu semua tentunya kita punya harapan yang besar bahwa suatu saat mereka akan menghuni Timnas Senior,membawa sepak bola indonesia berprestasi di kancah Regional,atau bahkan di kancah Internasional,Kenapa tidak?!!

  Namun,kembali PSSI lah yang berperan besar agar tunas Timnas senior ini tidak tenggelam seiring kisruh dualisme kompetisi yang makin tidak jelas arahnya.Belum lagi perpecahan dari beberapa tubuh klub klub besar karena dualisme kompetisi tersebut.Harus ada langkah cerdas dari PSSI untuk menangani masalah akut ini agar tidak semakin menjalara kemana mana dan semakin mengobrak abrik Persepakbolaan indonesia.Hal ini harus segera diimplementasikan,agar Pengurus PSSI pimpinan Djohar arifin tidak dicap sebagai Copas dari pengurus PSSI sebelumnya yang telah terbukti gagal membawa perubahan yang baik. Dan harus diingat dan terpenting,Insan sepakbola,baik itu PSSI,Klub Profesional,dan rakyat Indonesia mesti bersatu padu untuk satu tujuan,TIMNAS YANG LEBIH BAIK!!!

Inikah Wujud Final Nissan Juke R?

Cukup lama proyek Nissan Juke R dinanti-nantikan, banyak yang penasaran wujud dan performa final dari small crossover ini setelah diaplikasikan perangkat keras versi GT-R.

Kabarnya, hasil penggarapan Nissan Juke R telah selesai. Ini sebuah langkah berani dari Nissan untuk bereksperimen dengan ide-ide gila. Dan bercermin dari Murano Convertible, barangkali tidak mengejutkan jika Nissan memberi lampu hijau untuk versi produksi terbatas di jalan.

Untuk saat ini, Nissan Eropa dan mitra teknisnya RML mengatakan, Juke-R adalah mobil spesial dan tidak sekedar konsep di atas kertas, legal dipakai di jalan raya. Nissan akan memproduksi dua model setir sekaligus, kiri dan kanan.

Gambar dan video terbaru memperlihatkan lebih rinci tentang sosok eksterior Juke R. Para desainer Nissan telah menetapkan warna black matte untuk crossover kecil ini sebelum menambahkan sejumlah aksesori aero kit atau komponen aerodinamis, dan style yang tentu saja terinspirasi dari model GT-R.

Lekukan body mobil ‘bad boy’ begitu kental dengan sentuhan desain sporty, yang dilengkapi velg 20-inci RAYS, bumper depan memiliki ventilasi udara besar berdesain 5 pasang rongga bulat, sculpted side skirts, bumper belakang menonjol dengan diffuser dan sayap kembar di sisi kanan kiri. Jadi tidak ada keraguan kalau mobil ini bukan Juke biasa.

Nissan memangkas bangku belakang, dan menambahkan race-spec roll cage. Di kabin depan, small crossover ini mendapat sepasang kursi balap bersama dengan stir dan pedal versi GT-R, serta fasilitas layar sentuh (touch screen) 7-inci.

Tapi perubahan yang paling menakjubkan berada di bawah kap dapur pacu, di mana Juke mengadopsi mesin 3.8-liter GT-R bi-turbocharged V6 dengan 480 tenaga kuda dan berpenggerak all-wheel drive, gearbox dan suspensi GT-R, yang semuanya dimodifikasi secara tepat.

Nissan mengungkapkan, Juke R akan memasuki tahap pengujian pada akhir November 2011, sebelum memenuhi dan menggelinding di jalan-jalan perkotaan di dunia.

Pada video ke-5 yang dirilis sebelumnya, para insinyur dan desainer kesulitan ketika mencoba menyesuaikan gearbox GT-R dan sistem penggerak 4 roda (all-wheel drive/AWD) ke crossover kecil ini. Tantangan paling signifikan ketika melakukan perubahan drivetrain menjadi AWD adalah wheelbase Juke-R lebih pendek 250mm dibandingkan model GT-R.

Nissan juga mengungkapkan, para insinyur di belakang proyek Juke-R menghadapi persoalan dalam menginstall batang poros yang pendek (shorter prop shafts), sementara di sisi lain beberapa perubahan diperlukan guna menjaga Juke R tetap rigid dan pengendalian mudah. (kpl/nzr/bun)

INDONESIA BERTEMU MALAYSIA DI FINAL SEPAKBOLA SEAGAMES

“Ini belum selesai”. Begitu penegasan yang dilontarkan oleh pelatih tim nasional U-23 Indonesia, Rahmad Darman, setelah skuadnya menggebuk Vietnam 2-0 di laga semifinal SEA Games pada Sabtu (19/11). Indonesia memastikan diri bertemu Malaysia untuk memperebutkan medali emas cabang sepakbola SEA Games 2011. Penegasan RD tak lain untuk meredam euforia berlebihan pasca-pemainan apik Patrich Wanggai cs. ”Penampilan lawan Vietnam tidak akan ada artinya bila Indonesia tidak mampu mengalahkan Malaysia di final,” ujarnya. Indonesia mesti belajar dari pengalaman Piala AFF 2010. Dielu-elukan bakal sebagai juara ketika gelar belum direngkuh, timnas senior Indonesia akhirnya menyerah dari Malaysia di partai final. Skuad Merah Putih kini harus kembali bertemu musuh bebuyutan Malaysia di partai puncak. Indonesia memupuskan Vietnam 2-0 secara gemilang untuk memastikan tiket final. Laga Indonesia versus Vietnam berlangsung sengit sejak menit pertama. Baik Indonesia dan Vietnam sama-sama tampil hati hati. Akibatnya, pertarungan pun kerap terjadi di lini tengah. Karena alotnya pertarungan lini tengah, pelanggaran keras kerap terjadi. Bahkan bek Vietnam, Ngo Hoang Tinh, sudah dihadiahi kartu kuning di menit ketiga akibat pelanggaran keras terhadap Oktovianus Maniani. Gemuruh di stadion Gelora Bung Karno akhirnya pecah di menit ke 62 oleh gol yang dilesakkan Patrich Wanggai. Gol kelima Wanggai sepanjang SEA Games ini diciptakan lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 24 meter. Gol spektakuler ini langsung menghadirkan gegap gempita luar biasa dari 70 ribu suporter fanatik Merah Putih. Nyanyian ‘Garuda di Dadaku’ langsung membahana menyambut aksi spektakuler Patrich Wanggai cs Permainan apik skuad Garuda Muda mencapai klimaksnya di menit penghujung laga. Tepat di menit ke 90, goyangan Titus Bonai diakhiri sebuah sepakan kaki kiri keras yang sempat membentur kaki pemain Vietnam. Tanpa ampun bola merobek jala Vietnam. Gol Tibo pun menjadi penutup sempurna aksi 90 menit heroik Garuda Muda. Sontak Gelora Bung Karno bergemuruh menyambut kesuksesam timnas melenggang ke partai puncak SEA Games 2011.

PSSI TOLAK PECAT WIM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan pada laga kualifikasi Piala Dunia 2010. Menjamu Iran di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/11) malam, Indonesia menyerah 1-4. Ini menambah catatan buruk Pasukan Garuda selama babak kualifikasi. Dari lima laga, Bambang Pamungkas dkk selalu kalah. Indonesia yang sudah dipastikan tersingkir usai takluk 0-4 dari Bahrain, Jumat lalu, makin terpuruk. Tim asuhan Wim Rijsbergen masih setia di posisi juru kunci tanpa poin satu pun. Menghadapi Iran tanpa dukungan penuh suporter, gawang Indonesia yag dikawal kiper gaek Hendro Kartiko sudah kebobolan tiga kali dalam 24 menit babak pertama. Ketiga gol tim tamu dicetak Milad Midavoodi menit ketujuh, Mojtaba Jabari (19), dan Gholam Reza Rezaei (24). Dua menit sebelum turun minum Indonesia memperkecil kedudukan melalui sundulan Bambang Pamungkas. Iran memastikan kemenangan 4-1 berkat gol penalti Javad Nekounam menit ke-72. Hasil buruk ini tentunya menjadi tanggungjawab Wim Rijsbergen sebagai pelatih. Kinerja Wim pantas mendapat rapor merah. Karena itu sudah selayaknya dievaluasi. Bahkan dipecat! Saat kalah di laga awal dari Iran 0-3 dan Bahrain 0-2, Wim beralasan tim yang diturunkan belum pilihannya, melainkan warisan pelatih sebelumnya Alfred Riedl. Namun ketika Wim mendapat kesempatan membentuk tim pilihannya, hasilnya pun setali tiga uang. Beberapa pemain tua yang jadi pilihannya tak cukup menjadikan timnas lebih solid. Sayang, harapan publik sepakbola Indonesia agar Wim dilengserkan dari kursinya, sulit terwujud. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husein, memastikan tak akan memecat Wim. Orang nomor satu di PSSI itu justru menilai Wim tidak gagal. “Wim akan tetap kami pertahankan, dan ini bukan sebuah kegagalan. Lolos ke putaran tiga menjadi keberhasilan Wim, setelah terakhir saat Pra Piala Dunia 1986,” ujar Djohar. PSSI mengontrak Wim selama dua tahun atau sampai 2013. Ia menjadi pelatih setelah pengurus PSSI yang baru secara kontroversial memecat Riedl. “Lagipula, dia menangani tim ini juga belum lama, jadi tidak bisa dibilang gagal. Kami tidak akan memecatnya,” tandasnya. Wacana untuk mengangkat Rahmad Darmawan menjadi pelatih timnas senior pun mentah. “Rahmad sudah ditugaskan untuk membentuk dan menangani tim SEA Games 2013,” tegasnya.